1. Kalau masih bisa besok kenapa harus sekarang?
Hal ini mungkin udh menjadi kebiasaan, yaitu sering menunda pekerjaan, contoh : misal, kamu seorang mahasiswa, di kasih tugas oleh dosen dikumpulkan pada pertemuan minggu depan, padahal setelah kamu selesai kuliah hari ini, kamu pasti mikir "ah, tugas nya dikumpul minggu depan ini, masih bisa santai dulu" padahal giliran pas 3 jam sebelum kuliah mulai masih belum ngerjain apa-apa, dan akhir nya grabak grubuk nyari contekan ke temen.
2. Dididik untuk dibayar menjadi pekerja, bukan dididik untuk menjadi orang yang membayar pekerja.
Kamu mungkin selalu bertanya, setelah lulus mau kerja dimana ya? ya, kan? mungkin beberapa orang tua mendidik semenjak kecil dengan cara seperti itu, padahal faktanya sebesar apapun gaji pegawai tetap akan lebih besar gaji yang membayar anda, contoh : saya pernah diceritain dosen tentang seseorang yang ditunjuk oleh Bakrie corp sebagai manager, dan dia dibayar sebesar 1 M/bulan, tapi tetap saja Bakrie dan keluarga dapat lebih,
3. Berfikir pendek, bukan berfikir panjang
Kalo pola pikir ini saya dapet waktu bapak saya lg di teras rumah sambil ngopi-ngopi yaudah saya nimbrung, waktu itu saya kebetulan lagi libur kuliah, pas tiba-tiba ada maaf "pesuruh" dengan tampang lesu, yaudah dipanggil sama bapak tuh, buat di ajak ngopi sambil makan makanan kecil, singkat cerita setelah bapak ngobrol panjang lebar, si "pesuruh" ini ngomong "yang penting sih bisa makan buat hari ini udah cukup, pak", bapak saya langsung kaget, dan langsung ngomong "harus nya jangan gitu pak mikir nya, jangan cuma mikir yang penting hari ini bisa makan, tapi berfikir gimana caranya saya dan keluarga bisa memenuhi kebutuhan buat 1 minggu atau 1 bulan kedepan" setelah saya pikir, bener juga ya, kita bisa memenuhi kebutuhan hari ini karena hasil yang dari yang kita lakukan sebelum nya
4. Dalam bidang usaha lebih memikirkan untung ketimbang berkembang
lagi-lagi pemikiran ini saya dapet lagi dr pedagang makan dipinggir jalan, waktu itu saya pulang kuliah kelaperan yaudah mampir dulu ke warung pinggir jalan, singkat cerita saya selesai makan, sambil ngilangin gerah yaudah saya ngobrol sama pedagang nya, setelah agak panjang lebar ngobrol saya tanya "sehari bisa untung berapa pak?" dan si pedagang jawab "kira-kira 150-200 rb lah, yang penting dapet untung walaupun kecil" saya tanya lagi "terus ga mau dikembangin usaha nya?" kayanya ini masih berhubungan sama yang no.3 dan pedagang jawab lagi "yah yang penting untung dulu mas, " dan saya diem aja deh, bayar makan nya trus langsung pulang, setelah ane fikir, padahal kan, semakin berkembang usaha semakin besar keuntungan nya.
5. Lebih cepat lebih baik
Memang pepatah ini bagus di buat sebagai motivasi, tetapi tidak dalam semua hal, Kamu yang pengguna jalan raya, khusus nya Jakarta pasti udh ga asing lagi dengan hal bis nyerobot jalan, lampu merah blm berubah ijo asal jalan kosong maen serobot, mau punya motor tp belum punya SIM, alhasil lewat CALO, kalau ada perkara hukum, biar cepet selesai urusan dan ga panjang, yaudah sogok aja deh, kan ga ribet.






































, Bu ga usah khawatir, itu semacam Makanan special..

)---

Senyum bisa menjadi sinyal keceriaan atau kebahagiaan yang dapat berdampak bagi orang-orang sekitarnya. Tapi ternyata perempuan lebih banyak tersenyum ketimbang laki-laki. Kenapa begitu? Meski senyum bisa dilakukan oleh siapa pun, tapi ada perbedaan jumlah tersenyum berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menunjukkan rata-rata perempuan lebih banyak tersenyum daripada laki-laki. Marianne LaFrance yang merupakan profesor psikologi dari altruist University dalam buku 'Lip Service' menuturkan ada beberapa alasan yang membuat kaum perempuan lebih sering dan mudah tersenyum dibanding laki-laki, seperti dikutip dari MSNBC, yaitu: 1. Peneliti menemukan otot senyum utama yang dikenal sebagai zygomaticus major lebih tebal pada perempuan d ibanding laki-laki. Kondisi ini kemungkinan membuat perempuan lebih sering tersenyum. 2. Diketahui pekerjaan yang dilakoni oleh maternity perempuan lebih banyak menuntutnya untuk sering tersenyum seperti perawat, guru, pramugari, pelayan servis atau resepsionis. 3. Perempuan atau gadis memang dilahirkan dengan orientasi yang lebih positif untuk sosialisasi, sehingga ia cenderung mengurangi konflik dan peduli dengan emosional pongid lain Beberapa ahli menyatakan hanya dibutuhkan sedikit otot untuk tersenyum dibanding cemberut, yaitu dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun ada pula yang menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum. Tersenyum bisa dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar yang dipandang sebagai suatu bentuk kebahagian dan keramahan. Serta merupakan bagian penting dari hubungan manusia dan komunikasi. Fakta lain yang ditemukan adalah pongid Inggris biasanya senyum dengan menampilkan gigi bagian atas dan juga bawah, sedangkan pongid Amerika lebih mengekspos gigi bagian atas saat tersenyum. Selain itu 1 studi menemukan senyum palsu atau yang disengaja rata-rata 10 kali lebih besar dibanding dengan senyum yang normal, hal ini kemungkinan karena senyum yang palsu dimaksudkan gum pongid melihat. Sumber 
